Apa Arti Sifat Mukholafatu lil Hawaditsi dan Apa Dalinya?

28 Januari 2017 - 14:34:31 | Tanya Jawab Islam | Posted by Administrator | Hits : 6057
Apa Arti Sifat Mukholafatu lil Hawaditsi dan Apa Dalinya?

 

Apa Arti Sifat Mukholafatu lil Hawaditsi dan Apa Dalinya?

Arti Sifat Mukholafatu lil Hawaditsi ialah bahwa Allah Ta’ala itu tidak disamai oleh makhluk apapun. Buktinya: Apabila Allah dapat menyamai atau disamai makhluk berarti Dia baru seperti makhluk itu juga. Kalau Allah itu menyamai makhluk jelas bathil. Allah berfirman:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِير

"Tidak ada sesuatupun yang serupa atau sama dengan Dia, Dialah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat".

Keterangan:
Allah bersifat Al-Mukholafatu lil Hawaditsi artinya berbeda dengan makhluk apapun. Ada tiga perbedaan pokok antara Allah dan MakhlukNya, yaitu:
1. Tentang Dzat
2. Tentang Sifat
3. Tentang Af’al (Perbuatan)

Dzat, artinya rupa atau bentuk. Rupa atau bentuk Allah itu tidak ada yang menyamai, tidak bisa kita bayangkan dan tidak bisa kita pikirkan. karena segala macam rupa atau bentuk yang pernah kita bayangkan, kita pikirkan, kita hayalkan semuanya tergolong makhluk.

Sifat Allah berbeda dengan makhluk. karena sifat-sifat Allah itu tanpa perantara. Sedangkan sifat-sifat makhluk itu pasti dengan perantara. contoh: Allah itu maha Ada (bersifat al-Wujud) dan keberadaan Allah itu tanpa perantara apapun. Sedangkan keberadaan makhluk itu pasti dengan perantara. Perantara manusia atau binatang adalah bapak-ibunya. Perantara tumbuh-tumbuhan adalah biji-bijian yang ditanam dengan sengaja atau tidak.

Af’al atau perbuatan Allah berbeda dengan perbuatan segala macam makhluk. makhluk apabila mengerjakan sesuatu tentu dengan usaha, menggunakan peralatan, bahan dan sarana penunjang lainnya. Sedangkan Allah bilamana menghendaki sesuatu cukup dengan firmanNya (Kun) artinya Jadilah, dan apa saja yang di kehendakiNya itupun telah ada seketika itu juga.

Selain itu, perbuatan manusia terhadap sesuatu yang dikerjakan atau diperbuat itu disebabkan si manusia itu membutuhkan pada yang di perbuatnya itu. Misalnya manusia berbuat membuat kursi, karena dia membutuhkan kursi itu untuk tempat duduknya. Hal ini berbeda dengan Allah. kalau Allah menciptakan manusia atau binatang, bukan Allah membutuhkan kepada mereka itu. Tetapi merekalah (ciptaan Allah) yang membutuhkan kepadaNya karena mereka selalu menantikan rezeki dari Allah.

 



Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

Buku Komputer dan Manfaatnya

Kategori : Berita / 15 November 2014

Dewasa ini, kemajuan teknologi komunikasi dan informasi semakin pesat. Salah satu teknologi yang berkembang dan terus diperbaharui adalah komputer. Gadget yang satu ini telah menjadi kebutuhan yang cukup penting berhubungan dengan pekerjaan, sekolah, perkuliahan bahkan umum pun membutuhkannya. ...

Berbelanja di Toko Buku Online Terpercaya

Kategori : Berita / 29 Juni 2015

Zaman memang sudah semakin maju, toko buku online terpercaya mulai bermunculan. Toko buku online ini muncul karena padatnya aktivitas masyarakat saat ini. Sehingga meluangkan waktu untuk membeli buku pun sudah tidak sempat lagi. Untuk menghindari hal ini, para pengusaha kreatif pun menyediakan ...

Kelebihan Serta Keunggulan Berbelanja di Toko Buku Online Murah

Kategori : Berita / 16 Juni 2015

Bagi pencinta buku, mengunjungi toko buku online murah untuk membeli buku yang anda inginkan tentu bukan hal asing lagi. Apalagi, dengan membeli buku secara online, tentu lebih praktis dibandingkan harus keluar rumah dan menuju toko buku. Dengan belanja melalui online, anda tidak perlu keluar rumah ...

Buku Ustadz Yusuf Mansur

Kategori : Berita / 15 November 2014

Ustadz Yusuf Mansur lahir di Jakarta pada 19 Desember 1976. Beliau adalah seorang tokoh dakwah islam yang terkenal di Indonesia. Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran Bulak Santri yang terletak di Cipondoh ini, juga terkenal sebagai pengusaha sekaligus penulis buku. Banyak buku yang sudah ditulis ...

Terjemahan Kitab Fathul Qarib

Kategori : Berita / 16 Mei 2015

Salah satu seri Kitab Kuning yang layak untuk menjadi bahan bacaan serta rujukan adalah kitab Fathul Qorib karya Syekh Muhammad bin Qosim Al Ghazy. Kitab ini adalah bacaan wajib para santri di pondok-pondok pesantren Indonesia. Terjemah kitab fathul Qorib adalah terjemahan dari kitab aslinya yang ...