Kumpulan Penerbit / Supplier Buku Indonesia
  • Dahsyatnya Kisah Rasul Muhammad SAW Dahsyatnya Kisah Rasul Muhammad SAW Roll over image to zoom in

Dahsyatnya Kisah Rasul Muhammad SAW

Kode Produk : DI72077
ISBN : 978-602-317-022-7
Penulis : Tin Zulaeha
Penerbit : al-Qudwah
Supplier :
X
Anda bisa klik link Supplier untuk melihat koleksi lengkap produknya
Duta Ilmu Supplier Dikirim dari Kabupaten Tuban - Jawa Timur
Kategori : Cerita Anak
Cover : Soft Cover
Dimensi : 17 x 23 cm
Jumlah Halaman : 140
Bahasa : Bahasa Indonesia
Berat Produk : 276 gr
Stok Produk : Gudang Duta Ilmu Proses Pengiriman Stok Tersedia. Dikirim dalam 24 Jam
Harga Dropshipper : Rp 48.000 Info Dropship Detail

Rp 60.000

Rp 51.000

Transaksi Lewat Tokopedia
Transaksi Lewat Bukalapak

Anda bisa juga menggunakan fasilitas Live Chat dan Email untuk menghubungi kami
Email

Siapakah rasul panutan kita? Rasulullah Muhammad saw. lah orangnya. Manusia yang sangat lembut hatinya, tapi tak gentar mundur saat di hadapan musuhnya Manusia yang sudah terjamin masuk surga, namun tetap rajin beribadah kepada Rabbnya. Dialah yang patut kita jadikan idola. Mengapa? Temukan sendiri kedahsyatan kisah dan petualangannya…. Selamat membaca….

==========================================================

Narasi Nabi Muhammad Saw atau Rasulullah terkira belum menyesap dalam lakon keseharian anak-anak kita. Era selebrasi digital merunutkan idola-idola baru. Anak-anak lebih mengakrabi bagian subtil bahkan yg tidak sangat penting terhadap pesohor idolanya. Gaya hayati pesohor menjadi gambaran baru anak-anak kita pada menghayati & merumuskan arti pengidolaan.

Barangkali fenomena tadi terjadi karena narasi Muhammad Saw lebih poly tertuju buat kalangan dewasa. Buku-buku tebal & pembahasan yg mengernyitkan dahi plus diutarakan dengan bahasa akademisi. Sedangkan terbilang minim kajian pustaka Sang Nabi yang menyesuaikan kondisi cerna alam pikir anak-anak; dituturkan dengan bahasa sederhana: ringkas & padat.

Ikhtiar menyesapkan narasi macam itulah yg ditawarkan Tin Zulaeha. Sembari diimbuhi racikan gambaran atau gambar yang menarik hati mata, khas anak-anak. Lanskap padang pasir, unta, pohon kurma, & Kabah; hampir-hampir menghiasi seluruh isi buku.

Dengan tentunya sosok Muhammad cukup terilustrasi dalam simbolitas goresan pena. Zulaeha menceritakan insan agung tadi semenjak kelahiran hingga kepurnaannya. Di setiap bab, terdapat penambahan rubrikasi pesan nasihat sebagai iktibar & bahan pembelajaran.

Di babakan akhir kitab  , tersaji satu bab khusus mengenai aneka tamsil nasihat baginda Muhammad; semisal wacana kedermawannya. Suatu ketika, Muhammad kedatangan seseorang yg meminta donasi. Oleh Rasulullah dijawab: Saya juga sedang nir memiliki apa-apa. Juallah sesuatu darimu dan aku  yg akan menanggung (barang itu kembali kepadamu lagi). Jika aku  telah mempunyai uang, aku  akan mengganti biaya  barangmu (yg kamu jual itu).

Aneka laris luhur sang utusan Tuhan itu sudah terpatri sejak muda. Muhammad muda membedai norma para pemuda Makkah. Mampu menjaga diri dari laku  hura-hura dan bersenang-bahagia seperti lazimnya kelakuan pada usia remaja (h:12). Meraih kesuksesan sebagai pedagang hanya bermodal kejujuran.

Tak pelak, beliau dilabeli al Amin; menjadi orang yg tepercaya lantaran nir pernah sekalipun berdusta, bahkan ketika bercanda. Pun, kebijaksanaan & kecerdasannya termaklumkan kala perannya dalam insiden peletakan Hajar Aswad di Kabah; yg menggunakan itu mampu meredam sengkarut & potensi kobaran peperangan antarkabilah Arab (halaman 13).

Pesan moral perang, Sebagai penyampai selebaran Tuhan, Muhammad banyak mendapat penentangan & intimidasi. Tapi, beliau menghadapi dengan sabar dan justru terus mendoakan kebaikan. Tentang narasi peperangan yang Muhammad lakukan, Zulaeha menaruh porsi tadi dalam jumlah besar ; lebih kurang 5 puluh halaman (laman 43-90).

Hikayat perang mengandaikan khayalan yang nir sedap, terkhusus bagi anak-anak. Menarasikan perang, berarti mengakrabkan pada ilustrasi tombak, perisai, & pedang. Dirasa relatif berisiko ketika buku yg ditujukan dalam kasta belia sudah diperlihatkan menggunakan gambaran macam demikian.

Meskipun begitu, terdapat pesan tersirat Zulaeha yg patut diapresiasi: bahwa Muhammad berperang hanya buat bertahan dan membela diri. Tidak pernah memulai terlebih dahulu peperangan. Pesan macam inilah yg seharusnya dijabarkan; menjadi informasi eksplisit.

Di edisi cetak selanjutnya, Zulaeha perlu mengimbuhkan kabar tambahan berupa konteks kenapa Muhammad melakukan peperangan. Mengenai hal ini, Zulaeha bisa merujuk karya-karya fenomenal sejarawan Nizar Abazhah yang membahas komprehensif perang yg dilakoni Muhammad.

Semisal hikayat Muhammad pada memperlakukan para tawanan perang secara manusiawi. Bahkan setelah memenangi Perang Badar, Muhammad tidak meninggalkan medan pertempuran sebelum menguburkan tujuh puluh mayat pihak lawan.

Sang Nabi diperangi sang pembesar kabilah lantaran merasa kedudukan & pengaruhnya dalam rakyat Arab bakal terdegradasi gegara kehadiran beliau. Dalam perang, iatidak pernah membunuh. Perangnya sangat menjunjung etika, bermoral, & mudun.

Sang Nabi melarang menebang pohon, membunuh fauna, & merobohkan tempat tinggal  . Dia mengklaim keselamatan gereja, sinagoge, dan para pendeta. Perang merupakan opsi terakhir selesainya upaya diplomasi berakhir buntu.

Ketika Fathul Makah, tatkala Muhammad & kaum Muslimin berpunya kesempatan emas membalas kelakuan penduduk Makah yg pernah mengusir dan menyiksanya, tapi toh yg ada hanyalah permaafan. Sama sekali nir terdapat ceceran darah. Sang Nabi pun nir memakai momen tadi buat memaksa mereka memeluk Islam.

Lepas dari itu, kita hendaknya masygul melihat kini   tokoh-tokoh animasi superhero dijadikan ritus pengidolaan. Pun, kala pejabat dan figur publik telah tidak bisa diharapkan lagi sebagai teladan. Kiranya para orangtua lekas menginsyafi diri dengan menjejali anak-anaknya perihal hikayat perangai luhur seorang Nabi Muhammad.

Review Dahsyatnya Kisah Rasul Muhammad SAW


Produk Terkait dengan Dahsyatnya Kisah Rasul Muhammad SAW