Kumpulan Penerbit / Supplier Buku Indonesia
  • Catatan Pinggir 11 Catatan Pinggir 11 Roll over image to zoom in

Catatan Pinggir 11

Kode Produk : DI80477
ISBN : 9786026773128
Penulis : Goenawan Mohamad
Penerbit : Tempo Publishing
Supplier :
X
Anda bisa klik link Supplier untuk melihat koleksi lengkap produknya
Bukit Books Supplier Dikirim dari Kota Jakarta Pusat - DKI Jakarta
Kategori : Sosial Budaya
Cover : Soft Cover
Dimensi : 14,5 x 21 cm
Jumlah Halaman : 442
Bahasa : Bahasa Indonesia
Berat Produk : 410 gr
Stok Produk : Gudang Supplier Proses Pengiriman Stock di Gudang Supplier
Harga Dropshipper : Rp 80.000 Info Dropship Detail

Rp 100.000

Rp 85.000

Tanya Jawab
Cara Pembelian

Anda bisa juga menggunakan fasilitas Live Chat dan Email untuk menghubungi kami
Email

SELEPAS jadi Pemimpin Redaksi Majalah Tempo dua periode (1971-1993 dan 1998-1999), Goenawan nyaris jadi apa yang ia pernah tulis dalam sebuah esainya: transit lounger. Seorang yang berkeliling dari satu negara ke negara lain: mengajar, berceramah, menulis. Seorang yang berpindah dari satu tempat penantian ke tempat penantian berikutnya, tapi akhirnya hanya punya sebuah Indonesia. Seperti ditulisnya dalam sebuah sajaknya: "Barangkali memang ada sebuah negeri yang ingin kita lepaskan tapi tak kunjung hilang."

Dalam perjalanan itu lahir sejumlah karya. Bersama musisi Tony Prabowo dan Jarrad Powel ia membuat libretto untuk opera Kali (dimulai 1996, tapi dalam revisi sampai 2003) dan dengan Tony, The King's Witch (1997-2000). Yang pertama dipentaskan di Seattle (2000), yang kedua di New York. Pada 2006, Pastoral, sebuah konser Tony Prabowo dengan puisi Goenawan, dimainkan di Tokyo. Pada tahun ini juga ia mengerjakan teks untuk drama-tari Kali-Yuga bersama koreografer Wayan Dibya dan penari Ketut Rina beserta Gamelan SekarJaya di Berkeley, California. Tapi ia juga ikut dalam seni pertunjukan di dalam negeri. Dalam bahasa Indonesia dan Jawa, Goenawan menulis teks untuk wayang kulit yang dimainkan dalang Sudjiwo Tedjo, Wisanggeni, (1995) dan dalang Slamet Gundono, Alap-alapan 

Surtikanti (2002), dan drama-tari Panji Sepuh koreografi Sulistio Tirtosudarmo. la menulis dan menyutradarai opera Tan Malaka pada 2010 dan 2011.

Kumpulan esainya berturut-turut: Potret Seorang Penyair Muda sebagai si Malin Kundang (1972), Seks, Sastra, dan Kita (1980), Kesusastraan dan Kekuasaan (1993), Setelah Revolusi Tak Ada Logi (2001), Kata, Waktu (2001), dan Eksotopi (2002).

Sajak-sajaknya dibukukan dalam Parikesit (1971), Interlude (1973), Asmaradana (1992), Misalkan Kita di Sarajevo (1998), dan Sajak-Sajak Lengkap 1961-2001 (2001). Terjemahan sajak-sajak pilihannya ke dalam bahasa Inggris, oleh Laksmi Pamuntjak, terbit dengan judul Goenawan Mohamad: Selected Poems (2004).

Catatan Pinggir, esai pendeknya tiap minggu untuk majalah Tempo, di antaranya terbit dalam bahasa Inggris oleh Jennifer Lindsay, dalam Sidelines (1994) dan Conversations with Difference (2002). Kritiknya diwarnai keyakinan Goenawan bahwa tak pernah ada yang final dalam manusia. Kritik yang, meminjam satu bait dalam sajaknya, "dengan raung yang takterserap karang".

Review Catatan Pinggir 11


Produk Terkait dengan Catatan Pinggir 11