0

40 Hadits Qudsi

Kategori: Buku Islam | Dilihat: 38 Kali
Harga: Rp 12.00020%
Rp 15.000
Grosir
Beli (>=10)
Tambah ke Wishlist

Pemesanan Juga dapat melalui :

Whatsapp SMS Telp
Rincian Buku :
» Pengarang : Alfaqir Ibn Abdullah
» Penerbit Manba'ul Huda
» Cover : Soft Cover
» Dimensi : 14 x 20 cm
» Isi Kertas : HVS Paper
» Jumlah Halaman : 75 Hal
» Berat : 100 Gram

Deskripsi Produk

Setidak-tidaknya, mengutip penjelasan Syekh Muhammad Al Maliki, ada beberapa hal yang patut kita cermati tentang perbedaan Al-Qur’an dan Hadits Qudsi:

1. Al-Qur’an adalah mukjizat yang terjaga sepanjang masa dari segala pengubahan, serta lafal dan seluruh isinya sampai taraf hurufnya, tersampaikan secara mutawatir.

2. Al-Qur’an tidak boleh diriwayatkan maknanya saja. Ia harus dihafalkan sebagaimana adanya. Berbeda dengan hadits Qudsi, yang bisa sampai kepada kita dalam hadits yang diriwayatkan secara makna saja. Pun ia masih bisa dikritik secara sanad dan matan sebagaimana hadits-hadits lainnya.

3. Dalam mazhab Syafi’i, Mushaf Al-Qur’an tidak boleh dipegang dalam keadaan berhadats kecil, serta tidak boleh dibaca saat berhadats besar. Sedangkan pada hadits Qudsi, secara hukum, ia boleh dibaca dalam kondisi berhadats.

4. Hadits Qudsi tentu tidak dibaca saat shalat, berbeda dengan ayat Al-Qur’an.

5. Membaca Al-Qur’an, membacanya adalah ibadah, dan setiap huruf diganjar sepuluh kebaikan, sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits.

6. Al-Qur’an adalah sebutan yang memang berasal dari Allah, beserta nama-nama Al-Qur’an yang lainnya.

7. Al-Qur’an tersusun dalam susunan ayat dan surat yang telah ditentukan.

8. Lafal dan makna Al-Qur’an sudah diwahyukan secara utuh kepada Nabi Muhammad, sedangkan lafal hadits Qudsi bisa hanya diriwayatkan oleh para periwayat secara makna.

Sekurang-kurangnya, itulah perbedaan mendasar antara Al-Qur’an dan Hadits Qudsi. Jika ditelaah lebih lanjut, tentu masih banyak perbedaan yang bisa didapat. Tujuan mengenal perbedaan ini, supaya kita tidak dibingungkan dengan pertanyaan-pertanyaan kritis tentang Al-Qur’an. Selain itu, untuk menempatkan sumber-sumber hukum agama Islam dan pedoman iman kita secara benar dan proporsional. Wallahu a’lam.

Produk Terkait
Butuh Bantuan?