0

Terjemah RISALATUL MUAWANAH Menggapai Esensi Menuju Makrifatullah

Kategori: Terjemah Kitab | Dilihat: 89 Kali
Harga: Rp 28.00020%
Rp 35.000
Tambah ke Wishlist

Pemesanan Juga dapat melalui :

Whatsapp SMS Telp
Rincian Buku :
» Pengarang : Syeikh Abdullah bin Alawi al Haddad
» Alih Bahasa : Moch. Munawwir az Zahidiy
» Penerbit Mutiara Ilmu
» Cover : Soft Cover
» Dimensi : 14 x 20 cm
» Isi Kertas : HVS Paper
» Jumlah Halaman : iii + 229 Hal
» Berat : 250 Gram

Deskripsi Produk

Kitab ini, meski sederhana tapi mempunyai daya tarik tersendiri hingga dialihbahasakan ke sejumlah bahasa, antara lain Indonesia, Melayu, dan Inggris.

Setiap umat Islam pasti mendambakan hidup yang bahagia, baik di dunia maupun di akhirat. Ketika amal hidupnya dihitung, harapannya adalah mendapatkan surga dari Allah SWT. Namun, untuk memasuki dan mendapatkan balasan surga, tidaklah mudah. Banyak halangan dan rintangan yang selalu mengadang. Setan akan senantiasa menggoda umat manusia agar tidak memasuki surga dan sebaliknya menjadi penghuni neraka.

Karena itu, banyak anjuran, perintah, dan larangan Allah SWT yang harus dipatuhi. Beberapa di antaranya adalah mendirikan shalat lima waktu, membayar zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, melaksanakan ibadah haji (bagi yang mampu), serta mengamalkan sunah Rasulullah SAW.

Ayat-ayat Alquran ataupun hadis Nabi SAW sudah cukup banyak memberikan imbauan dan anjuran untuk memperoleh surga. Bahkan, sudah tak terhitung para ulama yang memberikan nasihat. Termasuk, melalui karya-karya mereka yang berisi tentang nasihat-nasihat, kebajikan, dan olah spiritual. Karya-karya itu ada yang telah ditulis ulama zaman dahulu ataupun masa kini.

Salah satu fakta yang menarik, beberapa kitab yang dikarang dalam beberapa hal saling memberikan sumbangsih satu sama lainnya. Hampir bisa dipastikan, penulisan karya tertentu sering berpijak kepada referensi yang telah ditulis sebelumnya. Taruhlah, al-Ghazali tatkala menulis mahakarya Ihya Ulumiddin. Ia menempatkan kitab sang guru, Abu Thalib al-Makky, yang bertajuk Qut al-Qulub, sebagai rujukan dan pijakan utama.

Meskipun sudah terdapat deretan kitab, tak serta-merta menyebabkan kreativitas menulis para ulama terhenti. Bahkan, ide kreatif mereka silih berganti bermunculan. Fakta ini lantas disambut baik dengan animo para pembaca yang notabene suka dan menantikan sesuatu yang baru, walaupun hanya mengulang pembahasan yang pernah ada.

Hal inilah yang membuat Habib Abdullah bin Alawi bin Muhammad al-Haddad terdorong mengarang sebuah kitab yang diberi judul Risalah al-Mu'awanah wa al-Muzhaharah wa al-Muwazarah li ar-Raghibin min al-Mu'minin fi Suluk Thariq al-Akhirah.[]

Produk Terkait
Butuh Bantuan?