Apa Arti Sifat Mukholafatu lil Hawaditsi dan Apa Dalinya?

28 Januari 2017 - 14:34:31 | Tanya Jawab Islam | Posted by Administrator | Hits : 10919
Apa Arti Sifat Mukholafatu lil Hawaditsi dan Apa Dalinya?

 

Apa Arti Sifat Mukholafatu lil Hawaditsi dan Apa Dalinya?

Arti Sifat Mukholafatu lil Hawaditsi ialah bahwa Allah Ta’ala itu tidak disamai oleh makhluk apapun. Buktinya: Apabila Allah dapat menyamai atau disamai makhluk berarti Dia baru seperti makhluk itu juga. Kalau Allah itu menyamai makhluk jelas bathil. Allah berfirman:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِير

"Tidak ada sesuatupun yang serupa atau sama dengan Dia, Dialah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat".

Keterangan:
Allah bersifat Al-Mukholafatu lil Hawaditsi artinya berbeda dengan makhluk apapun. Ada tiga perbedaan pokok antara Allah dan MakhlukNya, yaitu:
1. Tentang Dzat
2. Tentang Sifat
3. Tentang Af’al (Perbuatan)

Dzat, artinya rupa atau bentuk. Rupa atau bentuk Allah itu tidak ada yang menyamai, tidak bisa kita bayangkan dan tidak bisa kita pikirkan. karena segala macam rupa atau bentuk yang pernah kita bayangkan, kita pikirkan, kita hayalkan semuanya tergolong makhluk.

Sifat Allah berbeda dengan makhluk. karena sifat-sifat Allah itu tanpa perantara. Sedangkan sifat-sifat makhluk itu pasti dengan perantara. contoh: Allah itu maha Ada (bersifat al-Wujud) dan keberadaan Allah itu tanpa perantara apapun. Sedangkan keberadaan makhluk itu pasti dengan perantara. Perantara manusia atau binatang adalah bapak-ibunya. Perantara tumbuh-tumbuhan adalah biji-bijian yang ditanam dengan sengaja atau tidak.

Af’al atau perbuatan Allah berbeda dengan perbuatan segala macam makhluk. makhluk apabila mengerjakan sesuatu tentu dengan usaha, menggunakan peralatan, bahan dan sarana penunjang lainnya. Sedangkan Allah bilamana menghendaki sesuatu cukup dengan firmanNya (Kun) artinya Jadilah, dan apa saja yang di kehendakiNya itupun telah ada seketika itu juga.

Selain itu, perbuatan manusia terhadap sesuatu yang dikerjakan atau diperbuat itu disebabkan si manusia itu membutuhkan pada yang di perbuatnya itu. Misalnya manusia berbuat membuat kursi, karena dia membutuhkan kursi itu untuk tempat duduknya. Hal ini berbeda dengan Allah. kalau Allah menciptakan manusia atau binatang, bukan Allah membutuhkan kepada mereka itu. Tetapi merekalah (ciptaan Allah) yang membutuhkan kepadaNya karena mereka selalu menantikan rezeki dari Allah.

 



Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

Duta Ilmu Toko Buku Grosir

Kategori : Berita / 15 November 2014

Adapun Pembelian Grosir, adalah sebagai berikut :1. Pembelian minimal Rp. 500.000 per produk atau,2. Pembelian all peroduk senilai Rp. 2.500.000,- setelah dikurangi diskon3. Ongkos kirim ditanggug oleh pembeli (kami carikan alternatif ongkos kirim yang termurah)Info lebih lanjut Hubungi Layanan ...

Solusi Praktis dengan Toko Buku Online Terlengkap

Kategori : Berita / 26 Juni 2015

Padatnya aktivitas kini membuat toko buku online terlengkap menjadi pilihan praktis untuk memperoleh buku yang anda inginkan sewaktu-waktu. Dengan perkembangan internet terkini, perkembangan gaya hidup masyarakat yang juga berkembang juga, pada akhirnya membantu mempermudah pekerjaan semua orang. ...

Buku Panduan Komputer

Kategori : Berita / 15 November 2014

Beberapa Tips Memilih Buku Panduan Komputer dan InternetKomputer dan internet telah menjadi bagian dari kehidupan manusia modern; ada berbagai macam kemudahan yang dapat diperoleh dengan menggunakan bantuan komputer dan internet. Bahkan kemampuan menggunakan dan memaksimalkan komputer dan internet ...

Buku Panduan Corelldraw

Kategori : Berita / 15 November 2014

Meningkatnya kebutuhan grafis dalam hal desain menuntut banyak orang harus bisa menguasai software pngolah grafis, seperti contoh coreldraw, meskipun hanya dasar. Kemampuan mengoperasikan software ini bisa menjadi peluang usaha maupun poin plus bagi anda yang sedang mencari pekerjaan tetap maupun ...

Apa Arti Sifat Baqo’ bagi Allah dan Apa Dalilnya?

Kategori : Tanya Jawab Islam / 28 Januari 2017

Apa Arti Sifat Baqo’ bagi Allah dan Apa Dalilnya? Arti Baqo’ ialah tiada akhir bagi wujud/keberadaan Allah. Buktinya: Apabila Allah itu binasa, tentu Dia adalah baru. kalau Allah baru jelas bathil. Allah berfirman: كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا ...