Kumpulan Penerbit / Supplier Buku Indonesia
  • Buku Pintar Bisnis Dan Budi Daya Kakap Putih Buku Pintar Bisnis Dan Budi Daya Kakap Putih Roll over image to zoom in

Buku Pintar Bisnis Dan Budi Daya Kakap Putih

Kode Produk : DI38676
ISBN : 978-979-29-3223-2
Penulis : M.Ghufran H.Kordi K.
Penerbit : Penerbit Andi
Tahun Terbit : 2015
Supplier :
X
Anda bisa klik link Supplier untuk melihat koleksi lengkap produknya
Andi Publisher Supplier Dikirim dari Kota Yogyakarta - D.I. Yogyakarta
Kategori : Perikanan
Cover : Soft Cover
Dimensi : 16 x 23 cm
Jumlah Halaman : 182
Bahasa : Bahasa Indonesia
Berat Produk : 250 gr
Stok Produk : Gudang Supplier Proses Pengiriman Stok Tersedia. Dikirim dalam 24 Jam
Harga Dropshipper : Rp 39.200 Info Dropship Detail

Rp 49.000

Rp 44.100

Transaksi Lewat Tokopedia
Transaksi Lewat Bukalapak

Anda bisa juga menggunakan fasilitas Live Chat dan Email untuk menghubungi kami
Email

Kakap putih (Lates calcalifer) adalah salah satu ikan primadona di Indonesia dan dunia. Kebutuhan kakap putih cukup tinggi dilihat dari harga kakap putih yang cukup tinggi. Saat ini harga kakap putih di tingkat produsen (nelayan dan pembudidaya) antara Rp. 20.000-40.000/kg. Harga kakap putih di rumah makan dan restoran sea food di kota-kota besar antara Rp. 70.000-120.000/ekor untuk ikan ukuran > 1 kg/ekor. Sementara harga kakap putih di pasar internasional sekitar US$ 20 atau Rp. 180.000/kg.

Permintaan kakap putih terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini karena didorong oleh permintaan yang terus meningkat pula. Pasar kakap putih cukup besar, mulai dari pasar tradisional, rumah makan, restoran, hotel, pasar swalayan, hingga ekspor. Jakarta setiap bulan membutuhkan sekitar 70 ton ikan kakap (kakap putih dan kakap merah), sedangkan Bali membutuhkan sekitar 30 ton per bulan. Di luar negeri, Singapura saja setiap tahun membutuhkan kakap hidup dan segar sekitar 60 ribu ton/tahun, sedangkan Hongkong membutuhkan sekitar 250 ribu ton/tahun. Ekspor kakap Indonesia ke Singapura baru mencapai 3.000 ton/tahun kakap segar dan 80 ton/tahun kakap hidup. Ironisnya, sebagian dari jumlah tersebut oleh pedagang Singapura di ekspor lagi ke Hongkong.

Sebagai ikan budi daya, kakap putih memiliki beberapa keunggulan, yaitu : (a) dapat dipelihara di laut, air payau, dan air tawar; (b) dapat tumbuh mencapai ukuran besar; (c) potensi pasar cukup besar; dan (d) teknologi pembudidayaannya telah dikuasai. Dengan demikian, pembudidayaan kakap putih dapat dilakukan secara besar-besaran di Indonesia, baik di laut, tambak, maupun di air tawar.

Review Buku Pintar Bisnis Dan Budi Daya Kakap Putih


Produk Terkait dengan Buku Pintar Bisnis Dan Budi Daya Kakap Putih