Kumpulan Penerbit / Supplier Buku Indonesia
  • Risalah Ahlussunnah wal Jamaah Risalah Ahlussunnah wal Jamaah Roll over image to zoom in

Risalah Ahlussunnah wal Jamaah

Kode Produk : DI80707
ISBN : 9789791353366
Penulis : Tim Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur
Penerbit : Khalista
Supplier :
X
Anda bisa klik link Supplier untuk melihat koleksi lengkap produknya
Duta Ilmu Supplier Dikirim dari Kabupaten Tuban - Jawa Timur
Kategori : Agama Islam
Cover : Soft Cover
Dimensi : 14 x 21 cm
Jumlah Halaman : 345
Bahasa : Bahasa Indonesia
Berat Produk : 420 gr
Stok Produk : Gudang Duta Ilmu Proses Pengiriman

Rp 65.000

Rp 52.000

Transaksi Lewat Tokopedia
Transaksi Lewat Bukalapak

Anda bisa juga menggunakan fasilitas Live Chat dan Email untuk menghubungi kami
Email

Dengan didirikannya jamiyah Nahdlatul Ulama (NU), diantaranya bertujuan untuk memperjuangkan dan membentengi ajaranAhlussunnah wal-Jamaah (Aswaja). Ahlussunnah wal-Jamaah, adalah sebuah aliran atau paham yang berpegang teguh kepada al-Quran, hadits, ijma, dan qiyas. KH Bisri Musthofa mendefinisikan Aswaja yaitu aliran yang menganut madzhab fiqh yang empat, Imam SyafiI, Hanafi, Maliki, dan Hanbali. Beliau juga menyebutkan, Aswaja merupakan paham yang mengikuti al-Asyari dan al-Maturidi dalam bidang akidah, sementara dalam bidang tasawuf mengikuti Junaid al-Bagdadi dan Imam Ghazali.

Paham Aswaja ini banyak diikuti oleh mayoritas umat Islam di Indonesia khususnya diikuti oleh warga NU, yang di dalamnya mempuyai beragam konsep yang jelas dilandasi dengan dalil-dalil yang qathi. Adapun salah satu konsep yang terkandung dalam ajaran Aswaja yaitu, tawasut, tasamuh, tawazun, dan amar maruf nahi mungkar.

Yang dimaksud tawasuth (moderat), adalah sebuah sikap keberagamaan yang tidak terjebak terhadap hal-hal yang sifatnya ekstrim. Tasamuh, sebuah sikap keberagamaan dan kemasyarakatan yang menerima kehidupan sebagai sesuatu yang beragam. Tawazun (seimbang), adalah sebuah keseimbangan keberagamaan dan kemasyarakatan yang bersedia menghitungkan berbagai sudut pandang, dan kemudian mengambil posisi yang seimbang proporsional. Amar maruf nahi mungkar, mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran.

Buku Risalah Ahlusunnah Wal-Jamaah ini, disusun oleh Tim Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur yang salah satu tim penulisnya adalah, KH Abdurrahman Navis, Muhammad Idrus Ramli, dan Faris Khairul Anam. Dari ketiga tim tersebut, adalah pakar yang tidak diragukan lagi kealiman ilmunya, seperti Ustad Idrus Ramli yang sudah banyak melahirkan banyak karya tentang Aswaja. Salah satu tujuan disusunnya buku ini, yaitu sebagai modul bahan bacaan, dan pegangan warga NU agar supaya paham apa itu makna Aswaja, apa yang terkandung di dalamnya, dan bagaimana cara mengaplikasikannya dengan baik dan sempurna.

Ajaran Ahlussunnah wal-Jamaah, adalah sebagai benteng akidah amaliah warga NU. Tantangan besar yang dihadapi warga NU, yaitu mewaspadai beberapa aliran yang akhir-akhir ini mulai berkembang besar di Indonesia. Salah satunya, seperti aliran Salafi Wahabi, Hizbut Tahrir, Majlis Tafsir al-Quran (MTA), Syiah, yang ajaran ideologinya telah bertentangan dengan Aswaja. Misi mereka adalah mengadu domba umat Islam, menuduh bahwa perbuatan yang dilakukan oleh warga NU bidah, syirik, dan tidak ada dalilnya dalam al-Quran dan hadits. Tuduhan-tuduhan yang sudah meresahkan masyarakat tersebut sudah bebas di akses dimana-mana, baik melalui media cetak, elektro, buku, bahkan mereka mulai berani berdakwah di masjid, mushalla, majlis talim, dan di komplek-komplek perumahan.

Adapun amaliah dan tradisi islami warga NU, yang diklaim bidah dan termasuk perbuatan syirik oleh mereka adalah, tradisi ngapati, mitoni, tingkepan, mengiringi jenazah dengan bacaan tahlil, talqin saat pemakaman jenazah, ziarah kubur, selamatan dalam 7 hari kematian, memberikan jamuan makan kepada para pentakziah, membaca al-Quran di kuburan, istghosah, tahlilan, yasinan, dan dibaan. Sementara di dalam buku yang sederhana ini, dijelaskan bahwa tradisi tersebut tidak termasuk perbuatan biah dan bukan perbuatan yang diharamkan. Dalil-dalilnya shahih, seperti yang telah dijelaskan dalam al-Quran, hadist, dan kitab-kitab klasik yang telah muktabar dikalangan para ulama.

Menariknya di dalam buku ini, menjelaskan beberapa aliran yang telah berkembang degan pesat di negara kita ini, seperti Syiah, Wahabi Salafi, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir (HTI), Jamaah Tabligh, Jamaah Islamiyah, Ahmadiyah, Jamaah Ansharut Tauhid, Fron Pembela Islam (FPI), mulai dari pengertian, sejarah berdirinya, hingga ajaran dan penyimpangannya yang telah bertentangan dengan ajaran Ahlussunnah wal-Jamaah. Dan tak kalah menariknya juga dijelaskan tentang Fikrah Nahdliyah (metode berfikir ke NU-an). Sesuai keputusan Musyawarah Nasional Ulama di Surabaya Fikrah Nadliyah, didefinisikan sebagai kerangka berfikir yang didasarkan pada ajaran Ahlussunnah Waljamaah yang dijadikan landasan berfikir Nahdlatul Ulama (Khittah Nadliyah) untuk menentukan arah perjuangan dalam rangka ishlah al-ummah (perbaikan umat) hal. 167.

Buku ini penting dibaca oleh siapa saja lebih-lebih dibaca oleh kader-kader muda NU yang masih mempunyai keyakinan bahwa amaliah dan tradisi yang selama ini kita yakini bukanlah perbuatan bidah seperti yang dituduhkan oleh kelompok Salafi Wahabi. Amaliah dan tradisi yang kita lakukan selama ini adalah perbuatan disunnahkan, yang tentunya dapat pahala bagi yang melakukannya. Wallahu alam 

Sumber : /2014/02/#ixzz4gx5m4942

Buku ini secara umum terdiri dari tiga pembahasan utama yang dipaparkan dalam tiga bab. Bab pertama, penjelasan tentang berbagai kelompok, aliran dan sekte dalam sejarah umat Islam serta beberapa kelompok atau organisasi yang lahir dan berkembang pada kurun-kurun akhir, baik di Indonesia maupun di negara lain. Pembahasan ini berguna untuk memetakan posisi Ahlussunnah Wal-Jama'ah yang moderat (tawassuth).

Kedua, pembahasan tentang Ahlussunnah Wal-Jama'ah yang diikuti oleh Nahdatul Ulama' (Aswaja NU), termasuk penjelasan menganai madzhab teologi al-Asy'ari dan al-Maturidi yang diikuti oleh organisasi terbesar di Indonesia ini, bahkan oleh mayoritas umat Islam di dunia sepanjang zaman.

Ketiga, paparan mengenai tradisi Islami dan dalil-dalilnya. Khususnya bagi warga NU yang barangkali memandang tradisi Islami sebagai suatu kebiasaan, kini sudah saatnya memahami, bahkan melakukan pembelaan, bahwa apa yang mereka lakukan selama ini bukanlah bid'ah yang sesat, yang dapat menjerumuskan mereka dalam siksa neraka. Sedang bagi selain warga NU yang selama ini rajin menuduh bahwa NU adalah "gudang" nya takhayyul, bid'ah, c (k)hurafat (bisa mereka singkat TBC), menjadi mengerti bahwa yang di lakukan umat Islam yang berafiliasi ke NU ternyata memiliki dasar dalil. Minimal, mereka menjadi sosok yang dapat memahami perbedaan di tengah umat dengan cara yang santun, dewasa, dan arif. Perbedaan dalam masalah furu'iyyah (cabang agama) adalah suatu keniscayaan, bukan malah di jadikan sebagai senjata yang digunakan untuk menyerang sesama saudara seiman dan seagama.

Selamat membaca!

Review Risalah Ahlussunnah wal Jamaah


Produk Terkait dengan Risalah Ahlussunnah wal Jamaah