Kumpulan Penerbit / Supplier Buku Indonesia
  • Terjemah MANAQIB Syekh Abdul Qadir Jailani ARAB - INDO Terjemah MANAQIB Syekh Abdul Qadir Jailani ARAB - INDO Roll over image to zoom in

Terjemah MANAQIB Syekh Abdul Qadir Jailani ARAB - INDO

Kode Produk : TK128
ISBN : 978602321547
Penulis : Moh.Saifulloh Al-Azis
Penerbit : Terbit Terang
Supplier :
X
Anda bisa klik link Supplier untuk melihat koleksi lengkap produknya
Duta Ilmu Supplier Dikirim dari Kabupaten Tuban - Jawa Timur
Kategori : Terjemah Kitab Kuning
Cover : Soft Cover
Dimensi : 14 x 20 cm
Jumlah Halaman : 120
Bahasa : Bahasa Indonesia
Berat Produk : 130 gr
Stok Produk : Gudang Duta Ilmu Proses Pengiriman
Harga Dropshipper : Rp 15.000 Info Dropship Detail

Rp 20.000

Rp 16.000

Transaksi Lewat Tokopedia
Transaksi Lewat Bukalapak

Anda bisa juga menggunakan fasilitas Live Chat dan Email untuk menghubungi kami
Email

Sayid Abu Muhammad Abdul Qodir Jaelani dilahirkan di Naif, Jailani Irak pada tanggal 1 bulan Romadhon, tahun 470 Hijriyah, bertepatan dengan 1077 Masehi.

Beliau wafat pada tanggal 11 Rabiul Akhir tahun 561 Hijriyah bertepatan dengan 1166 Masehi, pada usia 91 tahun. Beliau dikebumikan di Bagdad, Irak.

PADA MALAM BELIAU DI LAHIRKAN ADA LIMA KAROMAH (KEMULIAAN):

1. Ayah Syekh Abdul Qodir Jaelani, yaitu Abi Sholih Musa Janki, pada malam hari bermimpi dikunjungi Rosululloh SAW., diiringi para Sahabat dan Imam Mujtahidin, serta para wali. Rosululloh bersabda kepada Abi Sholih Musa Janki: "Wahai, Abi Sholih kamu akan diberi putra oleh Alloh. Putramu bakal mendapat pangkat kedudukan yang tinggi di atas pangkat kewalian sebagaimana kedudukanku diatas pangkat kenabian. Dan anakmu ini termasuk anakku juga, kesayanganku dan kesayangan Alloh.

2. Setelah kunjungan Rosululloh SAW, para Nabi datang menghibur ayah Syekh Abdul Qodir : "Nanti kamu akan mempunyai putra, dan akan menjadi Sulthonul Auliya, seluruh wali selain Imam Makshum, semuanya di bawah pimpinan putramu".

3. Syekh Abdul Qodir sejak dilahirkan menolak untuk menyusu, baru menyusu setelah berbuka puasa.

4. Di belakang pundak Syekh Abdul Qodir tampak telapak kaki Rosululloh SAW, dikala pundaknya dijadikan tangga untuk diinjak waktu Rosululloh akan menunggang buroq pada malam Mi'raj.

 

5. Pada malam dilahirkan, Syekh Abdul Qodir diliputi cahaya sehingga tidak seorangpun yang mampu melihatnya. Sedang usia ibunya waktu melahirkan ia berusia 60 tahun, ini juga sesuatu hal yang luar biasa.

================================

“Ketahuilah! Seyogyanya bagi setiap muslim yang mencari keutamaan dan kebaikan, agar ia mencari berkah dan anugrah, terkabulnya doa dan turunnya rahmat di depan para wali, di majelis-majelis dan kumpulan mereka, baik yang masih hidup ataupun sudah mati, di kuburan mereka, ketika mengingat mereka, dan ketika banyak orang berkumpul dalam berziarah kepada mereka, serta ketika mengingat keutamaan mereka, dan pembacaan riwayat hidup mereka”. (Alawi al-Haddad, Mishbah al-Anam wa Jala` azh-Zhulam, Istanbul-Maktabah al-Haqiqah, 1992 M, h. 90)

Sedangkan mengenai suguhan makanan baik sebelum atau setelah manaqiban pada dasarnya merupakan penghormatan kepada para tamu yang diundang. Dengan kata lain, penyuguhan itu dalam rangka memuliakan tamu, sedangkan kita dianjurkan memulianan tamu. Karena memuliakanntamu termasuk salah satu tanda dari kesempurnaan atau benarnya keimanan kita. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw; “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir (dengan iman yang sempurna) maka hendaknya ia memuliakan tamunya” (H.R. Bukhari-Muslim).

Review Terjemah MANAQIB Syekh Abdul Qadir Jailani ARAB - INDO


Produk Terkait dengan Terjemah MANAQIB Syekh Abdul Qadir Jailani ARAB - INDO