Memahami Islam Nusantara itu mudah dan simpel sebenarnya mengapa? karena Istilah Islam Nusantara itu hanya narasi untuk menggambarkan sebuah hal yang relistis dan praktis tentang ritualitas ibadah dan kegamaan yang telah dilakukan oleh para le-luhur bebrapa abad yang lalu berdasarkan metode kegiatan dakwah wali songo hingga sekarang yakni menggabungkan atau mengkolaborasikan adat budaya urf dengan sakralitas nilai kegamaan.
Jika pun ada yang masih memandang istilah dan implementasi islam Nusantara anti arab benturan dengan Islam dan nilainya berarti ia telah lupa mengingkari sejumlah ritualitas kegiatan doa doa dan dzikir dzikir yang ia laukan selama ini. Atau mungkin karena pemahamanya terhadap istilah itu hanya sepenggal sepenggal dan tidak menye-luruh tentang tarif dan pendefinisian Islam Nusantara yang benar dari para ulama. Yang kita khawatirkan adalah munculnya dislogika dan irasional berfikir cacat istilah yang di-gaungkan pembenci Islama Nusantara dan orang orang yang tidak bertanggungg jawab karena tidak punya otoritas pemahaman yang jelas.
Inilah kesalahan informasi yang berlaku bagi orang awam yang harus di luruskan agar tidak terjadi kesalah pahaman dan membenci Islam Nusantara dengan membabi buta. Oleh karena itu penyusunan kitab ini membantu untuk menjelaskan serta melu-ruskan padangan yang tidak tepat terhadap esesnsi dan intistas kebenaran islam Nusantara menurut para Ulama Masyayih dan habaib yang kehebatan keilmuan dan kealimanya tidak diragukan lagi.
Demikian semoga buku Ini barokah dan manfaat bagi kami dan generasi penerus.
~Abdulloh Faizin
“Islam Nusantara ialah faham dan praktik keislaman di bumi Nusantara sebagai hasil dialektika antara teks syariat dengan realita dan budaya setempat.”
~KH. Afiffuddin Muhajir (Pengasuh PP. Ma’had Aly Pasuruan)
“Di antara mereka ada yang menafsirkannya dengan islam yang dibawa oleh wali songo, yaitu yang sesuai dengan adat-istiadat orang Jawa (maksudnya Indonesia secara umum; karena peng-gunaan lafal jawa digunakan untuk jawa dan sekitarnya/Nusantara). Tidak ada kekerasan, dan sikap kaku. Justru mereka menggunakan metode dakwah dengan kelembutan dan toleransi
~Prof. Dr. Habib Abdullah Bin Muhammad Baharun (Rektor Universitas Al-Ahkof Yaman)
“Islam nusantara bukan mazhab baru, firqah dan aliran baru. Islam nusantara menjadi ciri khas Islam-nya orang-orang nusantara, yaitu melebur secara harmonis dengan budaya nusantara, syarak, kearifan yang tak melanggar syarak, digunakan untuk dakwah Islam di nusantara,”
~Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA (Ketua Umum PBNU)














