Penulis : Kiai Ma’ruf Khozin
Penerbit : Muara Progresif
Ukuran : 12 x 17,5 cm
Tebal : 136 halaman
Pancasila yang disepakati oleh para founding fathers untuk menjadi dasar dan ideologi negara tidak lahir dari ruang kosong. Perumusannya dapat dipastikan tidak didasarkan hanya pada akal sehat semata. Akidah Islam dan Syari’at Islam yang menjadi keyakinan kelompok Muslim yang mayoritas dalam tim perumus pancasila pasti berpengaruh besar terhadap perumusan itu. Maka, menafsirkan sila “Ketuhanan yang Maha Esa” dengan akidah Tauhid yang merupakan pilar Agama Islam tidak bisa diingkari sebagai penafsiran yang absah dan realistis. Buku yang ditulis oleh Kiai Ma’ruf Khozin ini diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada warga negara Indonesia bahwa pancasila adalah ideologi dan dasar negara yang sangat Islami.
Dr. (HC) KH. Afifuddin Muhajir (Wakil Rais Am PBNU)
Karya Kiai Makruf Khozin yang satu ini benar-benar berkarakter dan memiliki kekuatan dari berbagai perspektif.
Salah satu kekuatan karya Kiai pakar bahtsul masail ini bertumpu pada kemampuannya untuk menelanjangi kelemahan gugatan, penolakan, atau penentangan terhadap NKRI terutama yang menggunakan simbol-simbol atau mengatasnamakan agama, khususnya Islam. Melalui dalil burhani yang diolah dari sejarah Islam, teks ajaran Islam dan kontekstualisasi ajaran Islam tentang politik yang dilakukan NU, Kiai muda yang sangat produktif menulis ini memperlihatkan kepada kita tidak adanya ruang sedikit pun untuk menggugat keabsahan NKRI.
Karakteristik kekuatan buku ini kian tampak melalui ungkapan yang mudah dicerna dan gampang dipahami.
Buku ini wajib dibaca oleh siapa saja, terutama orang yang senyatanya ingin memahami dan menyebarkan pandangan Islam tentang politik.
Prof. Dr. KH. Abd. A’la Basyir (Rais Syuriah PBNU)
“Maraknya kajian isu-isu khilafah islamiyah, jihad, penerapan syariat Islam, Takfiri. Sejak berdirinya Indonesia hingga kini, terus menjadi perdebatan. Hadirnya buku ini menjadi pembuka wawasan cakrawala berpikir dan bersosial di tengah masyarakat, sekaligus menjawab perdebatan teoritis dengan menyertakan landasan teologis dan historisnya. Kesetiaan Kiai Ma’ruf Khozin dalam mengawal isu-isu strategis ini terlihat jelas pada setiap ulasannya. Sehingga buku ini layak menjadi buku wajib bagi para pemuka agama. Selamat Membaca!”
AKBP Moh. Dofir,. S.Ag., S.H., M. (Kanit 1 Subdit Kontra Ideologi Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Mabes Polri)
Agama & Negara itu ibarat dua sisi mata uang, keduanya tidak bisa di pisahkan, negara menjadi pelindung agama dalam pelaksanaannya, begitupun agama menjadi pondasi yang kokoh dari suatu negara, siapa yang berupaya untuk merongrong negara hakikatnya dia telah merongrong agama, siapa yang berupaya melawan negara hakikatnya ia sedang berupaya meruntuhkan agama, moralitas dalam beragama & bernegara menjadi pilar dari itu semua, Rasulullah ﷺ bersabda : “Aku diutus ke muka bumi ini dlm rangka untuk menyemp
















