Pendahuluan
Kitab Sullam Al-Munawraq merupakan salah satu karya klasik (kitab turats) yang sangat populer di kalangan pesantren dan lembaga pendidikan Islam tradisional. Disusun oleh Al-‘Allamah Abdurrahman al-Akhdhari (w. 983 H), kitab ini menjadi pintu masuk penting bagi para penuntut ilmu dalam memahami dasar-dasar ilmu Mantiq — yaitu cabang ilmu yang membahas tentang cara berpikir benar, metode penarikan kesimpulan yang logis, dan tata aturan berpikir sistematis sesuai kaidah akal sehat.
Kitab ini ibarat tangga (sullam) menuju pemahaman yang lebih tinggi terhadap berbagai disiplin ilmu syar‘i. Sebab, seorang penuntut ilmu yang memahami mantiq akan lebih mudah memahami dalil, menguraikan argumentasi, serta menghindari kesalahan berpikir dalam diskusi ilmiah maupun perdebatan keagamaan. Maka, tidak berlebihan jika Sullam Al-Munawraq disebut sebagai “gerbang logika Islam” yang mengantarkan seseorang pada pemikiran ilmiah dan metodologis yang kokoh.
Tentang Isi Kitab
Kitab ini berisi nazham (syair ilmiah) sebanyak sekitar 144 bait yang disusun dalam bentuk puisi ilmiah berirama khas karya ulama Maghribi. Al-Akhdhari menulisnya dengan gaya singkat, padat, dan penuh makna. Setiap bait mengandung kaidah penting dalam ilmu mantiq, mulai dari pengertian dasar, konsep tasawwur dan tasdiq, macam-macam qadhiyyah (pernyataan logis), hingga metode qiyas (silogisme).
Adapun versi terjemahan yang diterbitkan oleh Manba‘ul Huda Press ini disusun dalam dua bahasa sejajar — teks Arab di bagian kiri dan terjemah Indonesia di bagian kanan — sehingga sangat memudahkan para pembaca yang ingin mempelajari teks aslinya sekaligus memahami maknanya dengan cepat.
Ustadz Choiril Anwar, sebagai penerjemah, menyajikan terjemahan yang jernih, kontekstual, dan tetap setia pada makna asli, disertai penjelasan ringkas dan catatan kaki di beberapa bagian penting. Hal ini membuat pembaca tidak hanya membaca arti literal, tetapi juga memahami maksud dan filosofi di balik istilah-istilah logika Arab klasik.
















