Duta Ilmu Logo
← Kembali ke Katalog
Beranda/Terjemah Kitab/Kitab IRSYADUL IBAD Makna Gandul Jawa Pegon

Manba'ul Huda

Kitab IRSYADUL IBAD Makna Gandul Jawa Pegon

Rp34.000 Rp41.000

Pilih Jilid

Detail Produk

Kode Produk:PRD-4767
Stok:10000
Pengarang:Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibari
Penerbit:Manba'ul Huda
Cover:SC (Soft Cover)
Halaman:286 Hal
Dimensi:A5 (14 x 21 cm)
Isi Kertas:Newspaper
Berat:300 gram
Sejak:14/6/2026

Share:

Deskripsi Produk

Keunggulan Produk:
- Tulisan Arab Jelas dan Berharokat
- 1 Halaman 8 Baris Matan bimakna Gandul dilengkapi penjelasannya
- Font Arab Klasik
- Cover Kertas AP 210 gsm
- Harga Terbaik dan Terjangkau
- 3 Jilid Lengkap

Setiap Muslim menginginkan dirinya senantiasa berada di jalan yang lurus, yaitu jalan yang diridhai Allah SWT. Dan, balasan bagi mereka yang dari awal hingga akhirnya berada di jalan lurus itu adalah surga yang dijanjikan Allah.

Namun, untuk menggapai itu tidaklah mudah. Banyak tantangan dan rintangan yang setiap saat menghadang. Tak jarang, tantangan dan rintangan itu benar-benar menjadi batu sandungan dan menyebabkan pelakunya jatuh atau berada di jalan yang salah. Jika tidak segera memperbaiki diri, dia akan tersesat dan balasannya adalah neraka.

Berkenaan dengan hal ini, ulama asal Malabar, India, yang bernama Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin al-Malibari menyusun sebuah kitab dalam menuju jalan yang lurus tersebut, yaitu Irsyadul Ibad Ila Sabili al-Rasyad (Petunjuk Bagi Seorang Hamba Menuju Jalan yang Lurus).

Syekh Zainuddin mengawali kitabnya ini dengan mengajak setiap Muslim untuk memulai segala perbuatan itu disertai dengan niat. Mengutip hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Umar bin Khattab RA, Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya, tiap amal perbuatan itu tergantung pada niat. Dan, seseorang akan mendapatkan bagiannya seperti yang diniatkannya. Bila dirinya niat hijrah karena taat pada Allah dan Rasul-Nya, hijrah itu benar-benar kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan, siapa yang niat hijrah untuk keuntungan dunia atau wanita yang akan dikawininya, hijrahnya terhenti pada apa yang ia hijrah karenanya.'' (HR Bukahri dan Muslim).

Hampir sama dengan kitab-kitab fikih yang disusun para ulama, kitab yang disusun oleh Zainuddin Al-Malibari ini juga menitikberatkan pada masalah fikih. Namun, bila ulama lainnya memulai pembahasan dari cara bersuci (taharah), Zainuddin Al-Malibari mengawalinya dengan pembahasan tentang iman (beriman kepada Allah SWT). Tujuannya agar setiap Muslim bisa mengingatkan dirinya sendiri tentang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah.